Hmm.Kelas sosial.Apaan sih maksudnya?saya sendiri juga sebenernya nggak ngerti.tapi belakangan ini, ada beberapa orang yang saya temui yang berbicara tentang "kelas sosial" mereka.
"duh, kita mah ngga selevel ama mereka!", atau "wah kelasku lebih tinggi dari ini nih", belakangan jadi sering saya denger di sekitar saya.Muak,bosen dkk.Bisa ya orang bilang kaya begitu?Apa sih yang ngebuat mereka jauh lebih tinggi daripada orang lain?Duit?I don't think so.Gaya hidup?Cara mereka berpakaian?Wow. Masa dengan cara seperti itu sih kita membedakan orang lain?That is so mean.
Well, saya nggak munafik, iwas like them for a couple of time. Tapi semakinkesini, saya semakin berpikir,kalau kelas sosial itu nggak ada. Kita aja sebagai manusia yang "mengada-adakan" supaya jadi keliatan beda aja satu sama yang lain. Tapi masasih, segitunya kah kita nggak ngerasa pede dengan diri kita sendiri, sampe-sampe bikin 'kelas sosial' segala supaya berasa lebih?Rendahan banget kita kalo kaya gitu ya. Di mata saya, setiap manusiapunya derajat yang sama. Kalopun terpaksa ada yang namanya kelas sosial pun, menurut saya kita semua ada dalam satu kelas yang sama. Seorang makhluk, dari entah berapa milyar lainnya makhluk-makhluk seperti kita di luar sana. Sama. Yapp,kita semua emang sama-sama hidup di bumi, kerja,main, masing-masing punya kegiatannya sendiri. Dan pada akhirnya, menunggu mati. Ya kan?Hahaha. Saya rasanya gregetan, sekaligus pengen ketawa, kalo masih ada orang yang merasa kelasnya lebih tinggi daripada yang lain. Rsanya saya pengen nampar orang itu,pengen saya banting-banting (lebay), pengen saya teriakin sekenceng2nya..apa sih yang bikin kamu ngerasa tinggi?Hey, kita ini cuma seper sekian persen dari jagat raya ini. Masih ada, d luar sana, yang mengatur hidup kita. Nggak tahu malu banget kamu!Haha. Jadi emosi..
Tapi ya thats human guys. Itu adalah sifat dasar manusia,untuk pengen selalu lebih tinggi dari orang lain. But we can change that. Kita bisa bikin kehdupan di bumi ini jadi seimbang kok. Nggak ada lagi yang namanya KELAS SOSIAL yang nggak penting, nggak ada lagi kaum-kaum sosialita, nggak ada lagi kaum-kaum "bawah", dalam arti bukan secara materi, tapi mungkin lebih kepada kecenderungan pergaulan yang ngga luas(seperti saya sendiri contohnya, yang prefer to be alone). Semua sama. Manusia, yang bertahan hidup di dunia untuk mati.
Fiuuh. Maaf kalo apa yang saya tulis menyinggung mungkin perasaan orang lain, well tapi sekali lagi, this is what is on my mind.
Semoga aja, buat anda yang masih merasa lebih tinggi daripada orang lain, dan untuk semua manusia juga termasuk saya, coba deh kita telusurin lebih dalem apa esensi hidup kita. Saya nggak berbicara sebagai orang yang berlagak udah ngerti tentang hidup, tapi saya berbicara sebagai orang yang juga masih kebingungan dengan jalan hidup saya sendiri, yang masih dalamproses utuk menemukan jati diri dan esensi hidup. Masih banyak hal-hal diluar sana, yang lebih penting untuk kita pikirin daripada cuma sekedar "KELAS SOSIAL" !!
"duh, kita mah ngga selevel ama mereka!", atau "wah kelasku lebih tinggi dari ini nih", belakangan jadi sering saya denger di sekitar saya.Muak,bosen dkk.Bisa ya orang bilang kaya begitu?Apa sih yang ngebuat mereka jauh lebih tinggi daripada orang lain?Duit?I don't think so.Gaya hidup?Cara mereka berpakaian?Wow. Masa dengan cara seperti itu sih kita membedakan orang lain?That is so mean.
Well, saya nggak munafik, iwas like them for a couple of time. Tapi semakinkesini, saya semakin berpikir,kalau kelas sosial itu nggak ada. Kita aja sebagai manusia yang "mengada-adakan" supaya jadi keliatan beda aja satu sama yang lain. Tapi masasih, segitunya kah kita nggak ngerasa pede dengan diri kita sendiri, sampe-sampe bikin 'kelas sosial' segala supaya berasa lebih?Rendahan banget kita kalo kaya gitu ya. Di mata saya, setiap manusiapunya derajat yang sama. Kalopun terpaksa ada yang namanya kelas sosial pun, menurut saya kita semua ada dalam satu kelas yang sama. Seorang makhluk, dari entah berapa milyar lainnya makhluk-makhluk seperti kita di luar sana. Sama. Yapp,kita semua emang sama-sama hidup di bumi, kerja,main, masing-masing punya kegiatannya sendiri. Dan pada akhirnya, menunggu mati. Ya kan?Hahaha. Saya rasanya gregetan, sekaligus pengen ketawa, kalo masih ada orang yang merasa kelasnya lebih tinggi daripada yang lain. Rsanya saya pengen nampar orang itu,pengen saya banting-banting (lebay), pengen saya teriakin sekenceng2nya..apa sih yang bikin kamu ngerasa tinggi?Hey, kita ini cuma seper sekian persen dari jagat raya ini. Masih ada, d luar sana, yang mengatur hidup kita. Nggak tahu malu banget kamu!Haha. Jadi emosi..
Tapi ya thats human guys. Itu adalah sifat dasar manusia,untuk pengen selalu lebih tinggi dari orang lain. But we can change that. Kita bisa bikin kehdupan di bumi ini jadi seimbang kok. Nggak ada lagi yang namanya KELAS SOSIAL yang nggak penting, nggak ada lagi kaum-kaum sosialita, nggak ada lagi kaum-kaum "bawah", dalam arti bukan secara materi, tapi mungkin lebih kepada kecenderungan pergaulan yang ngga luas(seperti saya sendiri contohnya, yang prefer to be alone). Semua sama. Manusia, yang bertahan hidup di dunia untuk mati.
Fiuuh. Maaf kalo apa yang saya tulis menyinggung mungkin perasaan orang lain, well tapi sekali lagi, this is what is on my mind.
Semoga aja, buat anda yang masih merasa lebih tinggi daripada orang lain, dan untuk semua manusia juga termasuk saya, coba deh kita telusurin lebih dalem apa esensi hidup kita. Saya nggak berbicara sebagai orang yang berlagak udah ngerti tentang hidup, tapi saya berbicara sebagai orang yang juga masih kebingungan dengan jalan hidup saya sendiri, yang masih dalamproses utuk menemukan jati diri dan esensi hidup. Masih banyak hal-hal diluar sana, yang lebih penting untuk kita pikirin daripada cuma sekedar "KELAS SOSIAL" !!
No comments:
Post a Comment