
Semalem saya abis nonton satu film yang sebenernya udah release lumayan lama di Amrik sana, tapi sayangnya baru masuk ke 21 belakangan ini. City Of Ember, film produksi Walden Media yang merupakan studio yang memproduksi The Chronicles Of Narnia yang sukses ituu. Nah, apakah City Of Ember will be the next Narnia?
FYI, film ini juga diangkat dari sebuah novel yang berjudul sama, dan untuk filmnya sendiri diproduseri oleh Tom Hanks. Dijajaran cast, Bill Murray berperan sebagai Mayor Cole, trus ada Harry Treadaway sebagai Doon Harrow, dan Saoirse Ronan, berperan sebagai Lina Mayfleet. Cewek satu ini mungkin kamu tau dari film Atonement, sebagai adik dari Keira Knightley.
OK, back to the question, will it be the next Narnia?For me, it's a no. Enggak, bukan berarti film ini jelek, tapi menurut saya film ini emang ada di jalur yang berbeda sama Narnia. Cerita film ini sedikiit lebih gelap sih sebenernya(dan emang karena filmnya isinya gelap2an). Honestly saya belum baca novelnya, jadi ngga bisa kasih pendapat dari sudut pembaca novel. Tapi kalo dari segi penonton film, menurut saya, ini film yang cukup menghibur kok. Asal kamu nggak berharap terlalu lebih sama film ini, saya kira itu ngga jadi masalah besar.
Ceritanya sendiri lumayan seru, dimana settingnya adalah bumi yang sudah rusak, dan manusia tinggal di kota buatan di bawah tanah, yang semakin kehabisan energi dari generatornya. Lina mayfleet dan Doon Harrow adalah dua tokoh yang nantinya megang peranan penting gimana caranya bisa keluar dari kota yang semakin hari semakin gelap.
Animasinya lumayan apik, tapi sound effect nya, menurut saya digarap jaug lebih apik lagi. Temen saya sempet komentar, "wah sound effectnya ak ngga suka,bikin deg-deg an". Satu bukti kalo ternyata sound effect nya berhasil mempengaruhi penonton. Hehe. well, tapi emg kebetulan saya suka sama sound effectnya yang megah kaya gini, jadi menurut saya itu bagus2 aja.
Plot nya sendiri, walaupun saya ngga baca novelnya, tapi saya tetep ngerti kok tentang cerita itu. Sekali lagi, untuk sekedar hiburan film ini sama sekali bukan masalah. Akan jadi msalah ketika kamu ngarepin satu cerita megah dengen efek luar biasa seperti Narnia. Karena film ini bukan film seperti itu.
Saya sendiri heran, apa yang membuat film ini sangat-sangat flop di amrik sana. Dengan budget 'hanya' 55 juta, film ini cuma bisa ngumpulin penghasilan 7 juta aja. Wow. Bandingin sama Narnia pertama, yang penghasilan di amrik aja sampe lebih dari 250 juta.Hmmh. Padahal menurut saya film ini punya senjata lengkap buat jadi jawara di box office, animasi yang bagus, cast yang keren, cerita yang seru. Kurang apalagi? well tapi nggak tahu juga ya, mungkin orang-orang di Amrik sana emang dasarnya ngga minat sama film ini.
Tapi sekali lagi buat kamu yang suka sama film-film imajinatif tipe2 kaya gini, tonton deh. Seru kok buat hiburan ;)
FYI, film ini juga diangkat dari sebuah novel yang berjudul sama, dan untuk filmnya sendiri diproduseri oleh Tom Hanks. Dijajaran cast, Bill Murray berperan sebagai Mayor Cole, trus ada Harry Treadaway sebagai Doon Harrow, dan Saoirse Ronan, berperan sebagai Lina Mayfleet. Cewek satu ini mungkin kamu tau dari film Atonement, sebagai adik dari Keira Knightley.
OK, back to the question, will it be the next Narnia?For me, it's a no. Enggak, bukan berarti film ini jelek, tapi menurut saya film ini emang ada di jalur yang berbeda sama Narnia. Cerita film ini sedikiit lebih gelap sih sebenernya(dan emang karena filmnya isinya gelap2an). Honestly saya belum baca novelnya, jadi ngga bisa kasih pendapat dari sudut pembaca novel. Tapi kalo dari segi penonton film, menurut saya, ini film yang cukup menghibur kok. Asal kamu nggak berharap terlalu lebih sama film ini, saya kira itu ngga jadi masalah besar.
Ceritanya sendiri lumayan seru, dimana settingnya adalah bumi yang sudah rusak, dan manusia tinggal di kota buatan di bawah tanah, yang semakin kehabisan energi dari generatornya. Lina mayfleet dan Doon Harrow adalah dua tokoh yang nantinya megang peranan penting gimana caranya bisa keluar dari kota yang semakin hari semakin gelap.
Animasinya lumayan apik, tapi sound effect nya, menurut saya digarap jaug lebih apik lagi. Temen saya sempet komentar, "wah sound effectnya ak ngga suka,bikin deg-deg an". Satu bukti kalo ternyata sound effect nya berhasil mempengaruhi penonton. Hehe. well, tapi emg kebetulan saya suka sama sound effectnya yang megah kaya gini, jadi menurut saya itu bagus2 aja.
Plot nya sendiri, walaupun saya ngga baca novelnya, tapi saya tetep ngerti kok tentang cerita itu. Sekali lagi, untuk sekedar hiburan film ini sama sekali bukan masalah. Akan jadi msalah ketika kamu ngarepin satu cerita megah dengen efek luar biasa seperti Narnia. Karena film ini bukan film seperti itu.
Saya sendiri heran, apa yang membuat film ini sangat-sangat flop di amrik sana. Dengan budget 'hanya' 55 juta, film ini cuma bisa ngumpulin penghasilan 7 juta aja. Wow. Bandingin sama Narnia pertama, yang penghasilan di amrik aja sampe lebih dari 250 juta.Hmmh. Padahal menurut saya film ini punya senjata lengkap buat jadi jawara di box office, animasi yang bagus, cast yang keren, cerita yang seru. Kurang apalagi? well tapi nggak tahu juga ya, mungkin orang-orang di Amrik sana emang dasarnya ngga minat sama film ini.
Tapi sekali lagi buat kamu yang suka sama film-film imajinatif tipe2 kaya gini, tonton deh. Seru kok buat hiburan ;)
2 comments:
good posting!
waa terima kasih..senang ada yang nanggepin :)
Post a Comment